papa..mama
Aku rindu peluk hangat ragamu
Belaian kasih sayang yang kurasa dulu
Bak ditelan ombak kemesraan pun lenyap sudah
Tampak jelas dalam memori
Keegoisan menggiringku dalam kehancuran
Perpecahan memaksaku untuk memihak
Caci maki dari hati yang penuh amarah
Memaksaku untuk sembunyi di sudut ruangan
Ruangan yang gelap…
Luka tampak semakin nyata
Manakala ku terdiam di ujung kehancuran
Hatiku terkunci ingin rasa menjerit
Namun ku tak berdaya
Beranjak dewasa
Kulangkahkan kaki menatap langit
Mentari mengiringi langkah kakiku
Melintasi kerasnya dunia
Haus kasih sayang, lupa arti cinta
Jauh dari Tuhan, bahkan tak mengenal-Nya
Terombang ambing lupa akan diri
Salah siapa?
mama?
papa?
Atau Takdir?
Sampai saatnya tiba
Aku tersadar dalam kedewasaan
Keihlasan dan ketabahan merasuki kalbu
Menguatkan diri hati dan pikiran
Kini nikmatilah hidup kalian
Sebut namaku jika rindu menyeru kalian
Aku akan hadir di hati kalian
Aku akan hadir di hadapan kalian
Dengan hati yang kuat dan sosok yang bahagia
Komentar
Posting Komentar